Padasisi lain, buku teks dapat dipandang sebagai simpanan pengetahuan tentang berbagai segi kehidupan, hal ini dikarenakan isinya sudah dipersiapkan dari segi kelengkapan dan penyajiannya, buku teks itu memberikan fasilitas bagi kegiatan belajar mandiri, baik tentang isinya maupun tentang caranya. LainnyaPerbedaan Buku Suplemen dan Buku Teks d. Menyesuaikan dengan kemampuan berpikir pembaca. Penulisan buku nonteks khususnya buku suplemen selayaknya lebih menyesuaikan pada kemampuan berpikir peserta didik. Kemampuan berpikir peserta didik dapat dipengaruhi oleh kompetensi dirinya dan lingkungan tempat mereka berada. Bukuteks atau buku referensi adalah suatu tulisan ilmiah dalam bentuk buku yang substansi pembahasannya fokus pada satu bidang ilmu. Buku teks membahas topik yang cukup luas (satu bidang ilmu). Urutan materi dan struktur buku teks disusun berdasarkan logika bidang ilmu (content oriented), diterbit secara resmi untuk dipasarkan. Jenisbuku ini memiliki peran yang sama pentingnya dengan buku teks. Dalam dunia pendidikan, buku nonteks pelajaran berguna untuk melengkapi dan mendukung proses pembelajaran di tiap-tiap jenjang pendidikan. Buku jenis ini juga merupakan sarana proses pembelajaran untuk kalangan yang lebih luas. . d. Menyesuaikan dengan kemampuan berpikir pembaca. Penulisan buku nonteks khususnya buku suplemen selayaknya lebih menyesuaikan pada kemampuan berpikir peserta didik. Kemampuan berpikir peserta didik dapat dipengaruhi oleh kompetensi dirinya dan lingkungan tempat mereka berada. Kemampuan berpikir peserta didik juga sangat berhubungan dengan perkembangan budaya suatu masyarakat. Dengan demikian, seorang penulis buku nonteks seharusnya dapat menulis materi buku nonteks yang sesuai dengan kemampuan peserta didik pada umumnya dan perkembangan budaya Indonesia. 5. Komponen Dasar dan Komponen Utama Buku Suplemen Dalam menulis buku nonteks berkualitas, selain harus memahami langkah-langkah penyusunan buku, juga harus memahami komponen dasar dan komponen utama dalam pembuatan buku nonteks pelajaran Pusat Perbukuan, 2008, hal. 64-70. a. Komponen Dasar Terdapat beberapa komponen, diantaranya Tabel Komponen Dasar Buku Suplemen Komponen Dasar Kriteria Karakteristik buku a Materi buku yang dikembangkan bukan merupakan acuan wajib bagi peserta didik dalam mengikuti salah satu mata pelajaran tertentu. b Materi buku tidak dilengkapi dengan instrumen evaluasi dalam bentuk pertanyaan, tes, ulangan, LKS, atau bentuk lainnya. c Penerbitan buku tidak disajikan secara serial berdasarkan tingkat kelas. d Pengembangan materi tidak terait secara langsung dengan atau sebagian Kompetensi IntiKompetensi Dasar dalam Standar Isi. e Materi buku dapat dimanfaatkan oleh pembaca lintas jenjang pendidikan dan tingkat kelas. Struktur buku a Bagian awal minimal terdiri dari kata pengantar atau prakata dan daftar isi. b Bagian isi merupakan materi buku. c Bagian akhir minimal terdapat bagian daftar pustaka yang dapat dilengkapi dengan indeks, glosarium, atau lampiran. Komponen grafika a Buku dijilid dengan rapi dan kuat. b Buku menggunakan huruf danatau gambarilustrasi yang terbaca. c Buku dicetak dengan jelas dan rapi. d Buku menggunakan kertas berkualitas dan aman. 2. Komponen Utama Komponen utama ini adalah pemandu dalam penulisanbuku nonteks berkualitas, terdiri atas Tabel Komponen Utama Buku Suplemen Komponen Utama Kriteria Komponen Materi a Materi yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional b Materi yang tidak bertentangan dengan ideologi dan kebijakan poliik negara, c Materi yang menghindari masalah SARA, Bias jender, serta pelanggaran HAM d Materi yang ditulis sesuai dengan perkembangan ilmu yang mutakhir, sahih, dan akurat e Mengoptimalkan penggunaan sumber-sumber yang sesuai dengan kondisi di Indonesia f Materi atau isi buku mengembangkan kecakapan akademik, sosial, dan kejujuran untuk memecahkan masalah dan mendorong jiwa kewirausahaan g Materi atau isi buku harus secara maksimal membangun karakteristik kepribadian bangsa Indonesia yang diidamkan dan kepribadian yang mantap. Komponen Penyajian a Penyajian materi buku dilakukan secara runtun, bersistem, lugas, dan mudah dipahami. b Penyajian materi lebih mendalam, menyeluruh, dan meluas. c Penyajian materi mengembangkan kreativitas dan kemampuan berinovasi. Komponen Bahasa danatau Ilustrasi a Buku yang menuntut kehadiran ilustrasi, maka penggunaan ilustrasi gambar, foto, Sahabat Edukasi yang berbahagia.... Berdasarkan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku Yang Digunakan Oleh Satuan Pendidikan, buku teks pelajaran adalah sumber pembelajaran utama untuk mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti dan dinyatakan layak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk digunakan pada satuan pendidikan. Sedangkan, buku non teks pelajaran adalah buku pengayaan untuk mendukung proses pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan dan jenis buku lain yang tersedia di perpustakaan sekolah. Buku yang digunakan oleh Satuan Pendidikan, baik berupa Buku Teks Pelajaran maupun Buku Non Teks Pelajaran, merupakan sarana proses pembelajaran bagi guru dan peserta didik, agar peserta didik dapat meningkatkan pengetahuan dasar untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Materi pengetahuan yang diinformasikan melalui Buku Teks Pelajaran dan Buku Non Teks Pelajaran sangat penting. Oleh karena itu penyajian materi harus ditata dengan menarik, mudah dipahami, memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi, dan memenuhi nilai/norma positif yang berlaku di masyarakat, antara lain tidak mengandung unsur pornografi, paham ekstrimisme, radikalisme, kekerasan, SARA, bias gender, dan tidak mengandung nilai penyimpangan lainnya. Buku Teks Pelajaran dan Buku Non Teks Pelajaran harus memuat unsur-unsur kulit buku, yakni kulit depan, kulit belakang, dan punggung buku. Selain itu, buku teks pelajaran dan buku non teks pelajaran juga harus memuat bagian-bagian buku, yang meliputi bagian awal buku, bagian isi, dan bagian akhir buku. A. KULIT BUKU 1. Kulit Depan Unsur-unsur kulit depan buku terdiri atas tulisan “telah dinilai dan ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan” yang dituliskan dalam kotak, judul buku, subjudul buku bila ada, dan peruntukan buku. Tata letak komponen-komponen desain buku pada kulit depan buku mengikuti pola tata letak isi buku. Jenis huruf pada kulit depan buku disesuaikan dengan jenis huruf yang digunakan pada isi buku. Penulisan judul buku harus dominan, kontras, dan menarik. a Judul Buku Untuk Buku Teks Pelajaran, judul buku mengacu pada nama mata pelajaran dalam struktur kurikulum. Komponen/unsur dalam judul buku merupakan satu kesatuan yang utuh. Buku Teks Pelajaran yang diperuntukkan bagi guru diberi tambahan judul “Buku Guru” diletakkan di atas judul utama. Ukuran hurufnya tidak lebih menonjol dari ukuran huruf judul utama. b Subjudul Subjudul buku merupakan penjelasan lebih lanjut atas judul buku, yakni meliputi identitas seri buku bila ada dan identitas mata pelajaran bila ada. Khusus untuk buku teks pelajaran, subjudul buku diletakkan di bawah judul buku, selain itu jenis dan ukuran huruf serta penggunaan warna diatur oleh perancang buku dengan ketentuan bahwa penggunaan huruf tidak lebih mencolok daripada judul buku. c Peruntukan Buku Khusus Buku Teks Pelajaran, peruntukan buku dicantumkan pada kulit depan buku dan halaman hak cipta halaman Katalog Dalam Terbitan/KDT, yang letaknya disesuaikan dengan bidang cetak. Penulisan peruntukan buku meliputi identitas jenjang pendidikan diikuti dengan identitas kelas. Identitas kelas menggunakan angka romawi. Apabila diperlukan, buku dapat disajikan dalam dua semester bergantung pada keperluannya. Penanda semester dapat dicantumkan berdekatan dengan identitas kelas. d Identitas Penerbit Identitas Penerbit adalah nama Penerbit yang dituliskan berdekatan dengan logo Penerbit. Peletakan identitas penerbit disesuaikan dengan bidang cetak. e Ilustrasi Ilustrasi kulit depan buku bila ada harus mempunyai fokus yang jelas dan tidak mengandung unsur provokatif serta tidak bertentangan dengan aspek ke-Indonesiaan. Ilustrasi pada kulit depan buku mencerminkan isi buku. 2. Kulit Belakang Kulit belakang buku memuat beberapa hal berikut a Pengenalan isi buku blurb secara singkat atau komentar dari pihak-pihak yang dianggap mengetahui isi buku tersebut. b Pernyataan hasil penilaian tentang kelayakan buku dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. c ISBN International Standard Book Number yang dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional. d Identitas Penerbit berupa nama penerbit yang dituliskan lengkap beserta alamat jelas. e Harga Eceran Tertinggi HET khusus Buku Teks Pelajaran. Tata letak komponen-komponen di atas mengikuti pola isi buku. 3. Punggung Buku Pada buku yang penjilidannya menggunakan lem panas perfect binding wajib mencantumkan identitas penerbitan yang meliputi logo penerbit, nama penulis, judul buku, subjudul, dan peruntukkan buku. Tata letak disesuaikan dengan cover depan dan belakang. Judul buku dan peruntukkan buku ditulis dari bawah ke atas American style. B. BAGIAN AWAL Judul Semu/Perancis berada di halaman ganjil recto, bila diperlukan. Isinya hanya judul buku saja. 1. Halaman Judul recto Isinya memuat judul buku dan subjudul buku bila ada, nama penulis, nama penerbit disertai logo penerbit. 2. Halaman Penerbitan Halaman Hak Cipta Halaman penerbitan terletak pada halaman genap verso dan berisi beberapa hal sebagai berikut secara berurutan. a Keterangan hak cipta. b KDT Katalog dalam Terbitan. Teks dalam kotak yang berisi tentang klasifikasi materi buku dan ISBN yang dibuat oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. c Keterangan kanal masukan masyarakat. Keterangan kanal masukan masyarakat berbunyi “Dalam rangka meningkatkan mutu buku, masyarakat sebagai pengguna buku diharapkan dapat memberikan masukan kepada alamat penulis dan/atau penerbit dan laman atau melalui email buku 3. Halaman Kata Pengantar recto Khusus Buku Teks Pelajaran, halaman ini terletak pada recto, berisi pernyataan mengenai maksud dan tujuan penulisan buku, proses pembelajaran terkait dengan materi buku, dan harapan terhadap penerbitan buku. Halaman ini diakhiri dengan penanda tempat dan waktu serta nama penulis buku. 4. Halaman Daftar Isi recto Khusus Buku Teks Pelajaran, halaman daftar isi dimulai dari recto, berisi semua bagian buku mulai dari bagian awal buku Kata Pengantar dan Daftar Isi, bagian isi buku Pelajaran atau Bab atau Chapter dan bagian dari Pelajaran atau Bab atau Chapter, kalau ada sampai dengan bagian akhir buku Indeks, kalau ada; Glosarium, kalau ada; dan Daftar Pustaka yang ditulis lengkap. 5. Halaman Daftar Gambar jika ada Halaman daftar gambar dapat dimulai dari verso atau recto. Gambar yang dibuat daftarnya meliputi gambar pandangan mata gambar garis maupun gambar foto, grafik, denah, dan diagram. Daftar gambar memuat nomor gambar, keterangan gambar, dan halaman tempat gambar tersebut ditampilkan. 6. Halaman Daftar Tabel jika ada Halaman daftar tabel dapat dimulai dari verso atau recto. Daftar tabel memuat nomor tabel, keterangan tabel, dan halaman tempat tabel tersebut ditampilkan. 7. Penomoran Halaman Khusus buku teks pelajaran, penomoran halaman pada bagian awal buku menggunakan angka romawi yang ditulis dengan huruf kecil bukan huruf kapital. Halaman judul dan halaman penerbitan halaman hak cipta tidak dicetak namun tetap dihitung. Penulisan penomoran halaman mulai ditulis pada halaman kata pengantar dan seterusnya. Penomoran halaman pada bagian isi buku dan bagian akhir buku menggunakan angka arab. Dalam hal penomoran halaman, bagian isi buku dan bagian akhir buku merupakan satu kesatuan sehingga penomorannya bersambung terus. C. BAGIAN ISI Bagian isi merupakan uraian materi tentang pokok bahasan yang sesuai dengan judul buku. Uraian materi harus dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif peserta didik. Untuk itu, aspek materi, aspek kebahasaan, aspek penyajian, dan aspek kegrafikaan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut. Aspek Materi 1. Harus dapat menjaga kebenaran dan keakuratan materi, kemutakhiran data dan konsep, serta dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. 2. Menggunakan sumber materi yang benar secara teoritik dan empirik. 3. Mendorong timbulnya kemandirian dan inovasi. 4. Mampu memotivasi untuk mengembangkan dirinya. 5. Mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengakomodasi kebhinnekaan, sifat gotong royong, dan menghargai pelbagai perbedaan. Aspek Kebahasaan 1. Penggunaan bahasa ejaan, kata, kalimat, dan paragraf tepat, lugas, jelas, serta sesuai dengan tingkat perkembangan usia. 2. Ilustrasi materi, baik teks maupun gambar sesuai dengan tingkat perkembangan usia pembaca dan mempu memperjelas materi/konten. 3. Bahasa yang digunakan komunikatif dan informatif sehingga pembaca mampu memahami pesan positif yang disampaikan, memiliki ciri edukatif, santun, etis, dan estetis sesuai dengan tingkat perkembangan usia. 4. Judul buku dan judul bagian-bagian materi/konten buku harmonis/selaras, menarik, mampu menarik minat untuk membaca, dan tidak provokatif. Aspek Penyajian Materi 1. Materi buku disajikan secara menarik runtut, koheren, lugas, mudah dipahami, dan interaktif, sehingga keutuhan makna yang ingin disampaikan dapat terjaga dengan baik. 2. Ilustrasi materi, baik teks maupun gambar menarik sesuai dengan tingkat perkembangan usia pembaca dan mampu memperjelas materi/konten serta santun. 3. Penggunaan ilustrasi untuk memperjelas materi tidak mengandung unsur pornografi, paham ekstrimisme, radikalisme, kekerasan, SARA, bias gender, dan tidak mengandung nilai penyimpangan lainnya. 4. Penyajian materi dapat merangsang untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. 4. Mengandung wawasan kontekstual, dalam arti relevan dengan kehidupan keseharian serta mampu mendorong pembaca untuk mengalami dan menemukan sendiri hal positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian. 5. Penyajian materi menarik sehingga menyenangkan bagi pembacanya dan dapat menumbuhkan rasa keingintahuan yang mendalam. Aspek Kegrafikaan 1. Ukuran buku sesuai dengan tingkat perkembangan usia dan materi/konten buku. 2. Tampilan tata letak unsur kulit buku sesuai/harmonis dan memiliki kesatuan unity. 3. Pemberian warna pada unsur tata letak harmonis dan dapat memperjelas fungsi. 4. Penggunaan huruf dan ukuran huruf disesuaikan dengan tingkat perkembangan usia. 5. Ilustrasi yang digunakan mampu memperjelas pesan yang ingin disampaikan. Untuk memudahkan peserta didik dalam penyerapan materi, khusus Buku Teks Pelajaran uraian materi dibagi ke dalam beberapa bagian dan/atau subbagian materi dalam bentuk pelajaran, bab, atau chapter. 1. Bab Bab merupakan bagian dari isi buku dapat merujuk pada kompetensi dasar/KD. Selain disebut bab, bagian buku tersebut dapat pula diberi penyebutan unit atau pelajaran. Penulisan judul bab ditulis dengan kapital onderkast kap ond. Penyebutan bagian buku atau bab diatur sebagai berikut. Buku teks pelajaran untuk siswa SD/MI adalah Pelajaran Buku teks pelajaran untuk untuk guru SD/MI adalah Bab Buku teks pelajaran untuk siswa SMP/MTs adalah Bab Buku teks pelajaran Bahasa Inggris untuk untuk siswa SMP/MTs adalah Chapter Buku teks pelajaran untuk guru SMP/MTs adalah Bab Buku teks pelajaran untuk siswa SMA/MA/SMK/MAK adalah Bab Buku teks pelajaran untuk guru SMA/MA/SMK/MAK adalah Bab 2. Judul Bab Judul bab dibuat ringkas, padat, menarik, informatif, dan tidak provokatif. 3. Penanda Bagian Bab Penanda bagian bab meliputi subbab, sub-subbab, dan sub-sub-subbab ditulis dengan kapital onderkast, kecuali kata fungsi atau partikel misalnya akronim. Ukuran huruf font harus dibedakan sehingga jelas hierarkinya. 4. Ilustrasi Ilustrasi terdiri atas gambar garis, raster, foto, kurva, bagan, denah, diagram, grafik, skema, dan peta. Penggunaan ilustrasi yang diambil dari media lain harus mencantumkan sumber. Sumber yang diambil dari internet harus royalty free dan mencantumkan nama website-nya. Penempatan ilustrasi diberi penomoran gambar mengikuti urutan bab dan urutan peletakan gambar. Nomor gambar ditulis dengan angka arab yang dipisahkan dengan tanda titik tanpa spasi, dicetak rata kiri. Selain diberi nomor gambar, gambar juga harus disertai dengan keterangan gambar. Keterangan gambar yang berupa kata atau frase, tidak diakhiri dengan tanda baca. Keterangan gambar berupa kalimat diakhiri dengan tanda baca. Penulisan keterangan gambar berlanjut setelah nomor gambar. D. BAGIAN AKHIR Bagian akhir buku terdiri atas informasi pelaku penerbitan, glosarium, daftar pustaka, indeks, dan lampiran-lampiran. Penomoran bagian ini menyambung dengan penomoran halaman bagian isi, yakni menggunakan angka arab. 1. Informasi Pelaku Penerbitan Pelaku penerbitan wajib memberikan informasi sebagaimana dimaksud pada Pasal 5, dengan bentuk ilustrasi sebagai berikut Ilustrasi Biodata Penulis / Editor / Penelaah/ Konsultan / Reviewer / Penilai. Nama Lengkap Dr. Mandira Bontoya, Telp Kantor/HP 021-2543535/0895762736 Email benayatulip Akun Facebook Mandira Bontoya Alamat Kantor Jl. Salemba Raya 78, Kecamatan Kramat, Jakarta Pusat 13333 Bidang Keahlian Hukum dan Ekonomi Riwayat pekerjaan/profesi 10 Tahun Terakhir 1. 2010 – 2016 Kepala Sekolah SMAN xx Jakarta. 2. 2007 – 2010 Guru PPKn di SMAN xx Jakarta. 3. 2005 – 2007 Guru PPKn di SMAN xx Jakarta. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. S3 Ilmu Hukum Universitas Gotong Royong 2012-sekarang 2. S2 Hukum Bisnis Universitas Gotong Royong 2007-2010 3. S1 Pendidikan Kewarganegaraan STIP Bahagia 1990-1995 Judul Buku dan Tahun Terbit 10 Tahun Terakhir 1. Dasar-Dasar Pendidikan Kewarganegaraan 2010; 2. Buku Teks Pelajaran Pendidikan Pancasila untuk SMA Kelas X, XI, dan XII 2006. Judul Penelitian dan Tahun Terbit 10 tahun terakhir 1. Tidak ada. jika tidak ada, ditulis Tidak ada’ Buku yang Pernah ditelaah, direviu, dibuat ilustrasi, dan/atau dinilai 10 tahun terakhir 1. Tidak ada. jika tidak ada, ditulis Tidak ada’ Informasi Lain dari Penulis / Editor / Penelaah/ Konsultan / Reviewer / Penilai tidak wajib Lahir di Tegal, 15 Januari 1945. Menikah dan dikaruniai 2 anak. Saat ini menetap di Jakarta. Aktif di organisasi profesi Guru. Terlibat di berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan bela Negara, beberapa kali menjadi narasumber di berbagai seminar tentang kedaulatan Negara dan pancasila dan menjadi pembicara pada konferensi internasional di Uruguay, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Catatan bila penulis sudah wafat, wajib mencantumkan identitas co-writer dan/atau penyunting atas buku yang diterbitkan setelah penulis wafat. Ilustrasi Biodata Ilustrator. Nama Lengkap Mandira Bontoyo, Telp Kantor/HP 021-2543535/0895762736 Email benayatulip Akun Facebook Mandira Bontoyo Alamat Kantor Jl. Salemba Raya 78, Kecamatan Kramat, Jakarta Pusat 13333 Bidang Keahlian Desain dan Budaya Riwayat pekerjaan/profesi 10 Tahun Terakhir 1. 2010 – 2016 Kepala Galeri Budaya Jawa Timur. 2. 2007 – 2010 Ilustrator PT. Penerbitan X. Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar 1. S2 Desain Visual Institut Multimedia Indonesia 2007-2010; 2. S1 Desain Grafis Institut Multimedia Indonesia 2004-2007 Karya/Pameran/Eksibisi dan Tahun Pelaksanaan 10 tahun terakhir 1. Pameran Lukisan Kopi dan Cangkir, Galeri Nasional 2015; 2. Pameran Lukisan Pasir, Taman Ismail Marzuki 2012; 3. Pameran Lukisan Tokoh Internasional, Russia 2011. Buku yang Pernah dibuat Ilustrasi dan Tahun Pelaksanaan 10 tahun terakhir 1. Tidak ada jika tidak ada, ditulis Tidak ada’ Informasi Lain dari Ilustrator tidak wajib Lahir di Tegal 15 Januari 1945. Menikah dan dikaruniai 2 anak. Saat ini menetap di Jakarta. Beberapa kali terlibat sebagai pelukis dalam pameran lukisan baik di dalam dan luar negeri. Ilustrasi Biodata Penerbit Balai Sanggar PT. Ditulis Namanya, Tbk Tahun Berdiri 1920 Tahun Penerbitan Buku Pertama 1945 Tanda Daftar Perusahaan Jl. Palmerah No. 43, Jakarta Selatan 14343 Telepon 021-6382629, Faksimile 021-8734873 Customer Service 0801111111 Akun Facebook Toko Buku Balai Sanggar Email info Bentuk dan format identitas penulis dan penerbit yang harus diisi bila penerbit akan mengajukan bukunya untuk dinilai oleh Kemendikbud, sebagai berikut. Formulir Pernyataan Kebenaran Informasi Data Judul Buku, Riwayat Penulis, dan Riwayat Penerbit Judul Buku Penulis Penerbit Pernyataan Bahwa informasi mengenai data riwayat hidup penulis dan penerbit serta buku sebagaimana tertera di dalam dokumen ini adalah lengkap dan benar/akurat adanya. Apabila dikemudian hari ditemukan pemalsuan terhadap data tersebut, penulis dan penerbit bersedia dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan dan dapat diproses secara hukum, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tanda tangan Penerbit 2. Glosarium Glosarium memuat penjelasan khusus mengenai kata, istilah, atau frase yang tercantum dalam teks. Penulisan glosarium terdiri atas lema kata kunci dan keterangan pemerian/penjelasan. Buku Teks Pelajaran untuk sekolah dasar tidak disertai dengan glosarium. 3. Daftar Pustaka Daftar pustaka adalah buku-buku yang digunakan sebagai acuan dalam penulisan buku. Prinsip dasar penulisan daftar pustaka adalah dicantumkannya nama penulis dan/atau editor yang disusun secara alphabet A-Z, judul buku atau judul tulisan, tahun terbit dan/atau nama kota dan nama penerbit. 4. Indeks Indeks memuat daftar kata atau istilah, konsep, nama, atau rumus yang dianggap penting untuk diketahui pembaca. Penulisan indeks disertai dengan letak kata atau istilah, konsep, nama, atau rumus pada buku dengan menyebutkan nomor halaman buku. Penulisan kata yang ada di indeks harus sama dengan kata yang terdapat dalam teks. Harus dipastikan bahwa kata yang ada di indeks tersebut benar tercantum dalam halaman yang disebutkan. Penulisan indeks memberikan informasi mengenai halaman tempat kata atau istilah itu ditemukan. 5. Lampiran Lampiran merupakan dokumen tambahan yang ditambahkan ke dokumen utama. Lampiran biasanya berisi data-data tambahan terhadap data utama atau penjelasan lebih lanjut mengenai topik tertentu yang dituangkan dalam materi buku. E. MUATAN AKTIVITAS PESERTA DIDIK Aktivitas peserta didik merupakan kegiatan/perilaku yang terjadi selama kegiatan belajar berlangsung. Kegiatan-kegiatan dimaksud adalah kegiatan yang mengarah pada proses pembelajaran seperti bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas, dan menjawab pertanyaan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan, baik secara individu mapun kelompok. Pada intinya, dalam melakukan aktivitas tersebut, terdapat kerja sama di antara peserta didik dan peserta didik memiliki tanggung jawab terhadap aktivitas yang diberikan. Melalui aktivitas peserta didik ini diharapkan dapat tercipta proses pembelajaran yang menekankan keaktifan peserta didik secara fisik, mental intelektual, dan emosional guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Secara garis besar, bentuk aktivitas kepada peserta didik dapat berupa kegiatan berikut. 1. Penugasan secara mandiri maupun kelompok; 2. Diskusi tentang suatu topik bahasan tertentu; 3. Menjawab pertanyaan; dan 4. Penyelesaian proyek. Muatan aktivitas yang diberikan kepada peserta didik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari buku teks pelajaran yang dicantumkan pada setiap akhir bab. Pemberian aktivitas kepada peserta didik disesuaikan dengan karakteristik mata pelajarannya. Dengan demikian, muatan aktivitas peserta didik dilarang berbentuk kumpulan soal tetapi harus berisi muatan aktivitas untuk diselesaikan peserta didik agar dapat tercipta situasi belajar aktif. Penyelesaian muatan aktivitas peserta didik ini dibuat dalam lembar tersendiri yang terpisah dari buku teks pelajaran. Jumlah halaman muatan aktivitas untuk peserta didik pada setiap akhir Bab paling banyak berjumlah 3 tiga halaman. Download / unduh selengkapnya Permendikbud Nomor 8 Tahun 2016 tentang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku Yang Digunakan Oleh Satuan Pendidikan, silahkan klik pada tautan berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...! 21 merangsang adanya respons dari pebelajar. Disamping itu, terdapat pula yang dipersiapkan dan diprogramkan melalui mesin komputer. h. Simulasi Simulasi merupakan peniruan situasi yang dengan sengaja diadakan untuk mendekatimenyerupai kejadian atau keadaan sebenarnya. Beberapa contoh yang terkait, misalnya simulasi bagi calon pengendara mobil, dimana situasi pada layar dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai kondisi nyata di lapangan. Pengertian Buku Nonteks Ada dua jenis buku yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di siswa yaitu buku ajar atau buku teks dan buku non ajar atau non teks. Buku ajar mempunyai pengertian yang sama dengan buku teks. Di Amerika buku ajar atau buku teks di sekolah dasar dan sekolah menengah disebut school books atau elhi books kata elhi merupakan kependekan dari elementary dan highschool. Adapun pengertiannya adalah buku yang dibuat, terutama untuk digunakan dalam situasi belajar mengajar Sholeh, 2013. Buku nonteks merupakan buku pelajaran yang berfungsi sebagai bahan pengayaan, referensi, atau panduan dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran dengan menggunakan penyajian yang longgar, kreatif, dan inovatif serta dapat dimanfaatkan oleh pembaca lintas jenjang dan tingkatan kelas atau pembaca umum. Ciri-ciri Buku Nonteks Berdasarkan pusat perbukuan 2008, dari pengelompokan yang telah disebutkan, buku nonteks memiliki ciri – ciri sebagai berikut a. Buku-buku yang dapat digunakan di sekolah atau lembaga pendidikan, namun bukan merupakan buku acuan wajib bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. b. Buku-buku yang menyajikan materi untuk memerkaya buku teks pelajaran, atau sebagai informasi tentang Ipteks secara dalam dan luas, atau buku panduan bagi pembaca. 22 c. Buku-buku nonteks pelajaran tidak diterbitkan secara berseri berdasarkan tingkatan kelas atau jenjang pendidikan. d. Buku-buku nonteks pelajaran berisi materi yang tidak terkait secara langsung dengan sebagian atau salah satu Standar Kompetensi atau Kompetensi Dasar yang tertuang dalam Standar Isi, namun memiliki keterhubungan dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional. e. Materi atau isi dari buku nonteks pelajaran dapat dimanfaatkan oleh pembaca dari semua jenjang pendidikan dan tingkatan kelas atau lintas pembaca, sehingga materi buku nonteks pelajaran dapat dimanfaatkan pula oleh pembaca secara umum. Penyajian buku nonteks pelajaran bersifat longgar, kreatif, dan inovatif sehingga tidak terikat pada ketentuan-ketentuan proses dan sistematika belajar, yang ditetapkan berdasarkan ilmu pendidikan dan pengajaran. Buku nonteks pelajaran memiliki kedudukan sebagai buku yang dapat melengkapi pendalaman materi dan penambahan wawasan bagi pembaca dari pembahasan materi yang tidak tersaji secara lengkap dalam buku teks pelajaran. Selain itu, buku nonteks pelajaran memiliki pula kedudukan sebagai buku yang dapat menunjang pengembangan materi atau isi buku teks pelajaran, baik secara filosofis, historis, etimologis, geografis, pedagogis, dan segi lainnya dari materi yang tersaji dalam buku teks pelajaran Pusat Perbukuan, 2008. 23 BAB 3. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di kawasan pelabuhan ikan ikan Muncar, Kecamatan Muncar Kabupaten Jember. Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan selama dua minggu pada bulan November - Desember2014. Alat dan Bahan Penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah camera digital, recorder, kertas dan perlengkapan tulis. Definisi Operasional Definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Kayu adalah bagian xylem dari pohon yang tersusun dari berbagai macam sel kayu. Sel kayu terdiri dari bagian dinding sel dan rongga sel Batubara,2002. b. Perahu tradisional adalah perahu yang terbuat dari kayu dan dalam teknik pembuatanya masih menggunakan pengetahuan yang diturunkan dari para pendahulu Kusumanti, 2009. c. Buku nonteks adalah sebuah buku kecil yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis kayu yang digunakan dalam pembuatan perahu tradisional. Dalam penelitian ini, buku nonteks berisi gambar yang disertai dengan klasifikasi dan deskripsi singkat Pusat Perbukuan, 2008. Jakarta - Tahukah kamu jika jenis tulisan atau teks dikategorikan menjadi dua, yaitu teks fiksi dan teks nonfiksi. Kedua jenis teks ini memiliki perbedaan yang cukup mendasar dan sangat terlihat dari esensi kamu sering membaca tulisan yang berbau hal-hal imajinatif, cerita rekaan, dan non-faktual, maka saat itu kamu sedang menikmati teks fiksi. Begitupun sebaliknya, jika kamu senang membaca tulisan yang formal, akademis, dan faktual, maka hal itu adalah teks nonfiksi adalah tulisan yang ditulis bersandar pada hal-hal yang sifatnya faktual. Biasanya, teks nonfiksi ini memiliki unsur-unsur yang bersinggungan dengan aspek edukatif dan informatif. Sehingga tulisan tersebut dapat dikatakan sebagai kebenaran dari realitas yang terjadi faktual.Di berbagai platform, mulai dari media hingga akademis, sering ditemukan teks nonfiksi yang memiliki latar belakang substansi yang variatif. Mulai dari tulisan berita, artikel informatif, hingga jurnal penulisan dari teks nonfiksi juga cukup dinamis. Artinya tidak ada standarisasi yang mengharuskan teks nonfiksi mengimplementasikan gaya bahasa formal maupun informal. Segala teks yang dituliskan dengan basis data yang faktual, maka dapat dikelompokkan sebagai teks yang sering bermunculan di platform-platform mainstream, teks nonfiksi selalu dihiasi dengan gaya unsur argumentatif, deskriptif, eksploratif, dan eksposisi. Karena hal ini, teks nonfiksi dianggap sebagai tulisan yang mencerminkan realitas yang faktual dan Teks NonfiksiDunia yang semakin berkembang menghasilkan adanya jenis dari teks nonfiksi yang tertuang di berbagai medium, seperti1. ArtikelPertama, artikel merupakan satu jenis dari teks nonfiksi yang saat ini sedang banyak dinikmati oleh orang-orang. Di era disrupsi seperti sekarang ini, platform artikel ikut berkembang pesat dengan diterbitkan di berbagai media yang ditulis juga berasal dari tema yang variatif, mulai dari artikel tentang gaya hidup, olahraga, entertainment, politik, dan masih banyak lagi. Karena temanya variatif, maka gaya bahasa dan penulisannya pun ikut menyesuaikan dengan pembaca dan Jurnal IlmiahKedua, ada jurnal ilmiah yang merekapitulasi penelitian-penelitian akademis dari berbagai stakeholder pendidikan, seperti dosen, guru, mahasiswa, peneliti, dan lain-lain. Tentu saja, karena formatnya adalah penelitian ilmiah, maka basis datanya jelas dan teruji secara penulisan ilmiah juga diimplementasikan agar struktur penelitian dapat sesuai kaidah akademis. Maka dari itu, gaya penulisannya juga cenderung formal karena berbasis pada spektrum BiografiKetiga, biografi adalah tulisan yang memuat kisah perjalanan hidup dari seseorang. Acap kali biografi dibuat untuk menceritakan kisah inspiratif dari suatu tokoh atau orang yang penting dalam suatu bidang ini akan ditulis lalu diterbitkan menjadi buku yang akan dijual bebas di toko buku. Oleh karenanya, maka isi dari biografi harus sesuai dengan fakta dan realita sosial yang dialami sang tokoh BeritaKeempat, berita merupakan kumpulan informasi faktual mengenai sebuah kejadian atau peristiwa. Beritanya sifatnya harus faktual atau berbasis pada fakta dan aktual yaitu kejadian yang hangat serta dibicarakan banyak menjadi komponen penting untuk mendiseminasi informasi secara luas kepada masyarakat. Untuk itu, berita tidak boleh mengambil sumber-sumber nonfaktual agar tidak terjadi misinformasi di kalangan masyarakat mengenai suatu Teks NonfiksiAdapun beberapa contoh dari teks nonfiksi, yaituArtikel"Alat musik melodis menjadi alat musik yang vital dalam kelangsungan dan harmonisasi suatu simfoni musik. Karena, alat musik melodis memiliki peran untuk melahirkan lantunan nada dan irama dalam satu kesatuan musik. Tentu hal ini cukup berbeda dengan alat melodi ritmis. Alat melodi ritmis merupakan instrumen musik yang tidak menghasilkan nada tetapi menjaga ritme dari nada".Jurnal Ilmiah"Pada penelitian berjudul "Disability Theorising and Real-World Educational Practice A Framework for Understanding" Gable, 2014 secara konseptual menjelaskan mengenai teori disabilitas yang berkaitan dengan korelasinya dengan siswa penyandang disabilitas. Penelitian juga menguraikan adanya berbagai ketegangan sosial yang memproduksi keprihatinan perihal enkulturasi guru ke dalam pemahaman reduksionis tentang konseptualisasi disabilitas. Hal ini berujung pada adanya pembatasan dalam perkembangan iklim, lingkungan, serta nafas pendidikan yang inklusif".Biografi"BJ Habibie pernah berkuliah di jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung pada 1954. Namun, di sana hanya menghabiskan waktu enam bulan untuk studinya. Hal ini karena setahun kemudian ia memilih melanjutkan pendidikan di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule RWTH, Aachen, Jerman".Berita"Kami membicarakan persoalan-persoalan penting dan mendesak terkait masa depan pendidikan nasional, terutama terkait RUU Sisdiknas," ujar Ketua Dewan Pengarah APPI Doni Koesoema A dalam keterangan tertulis, Senin 30/5.Itu tadi merupakan pengertian, jenis, dan contoh dari teks nonfiksi. Simak Video "Google Sediakan 11 Ribu Beasiswa Pelatihan untuk Bangun Talenta Digital" [GambasVideo 20detik] pal/pal

perbedaan buku teks dan nonteks